APA ITU BUDAYA ? PENDAHULUAN
Kita
tinjau Pengertian budaya itu sendiri menurut : “The International
Encyclopedia of the Social Science” (1972) dapat dilihat menurut dua pendekatan yaitu pendekatan
proses (process-pattern theory, culture pattern as basic) didukung oleh Franz
Boas (1858-1942) dan Alfred Louis Kroeber (1876-1960). Bisa juga
melalui pendekatan structural-fungsional (structural-functional theory,
social structure as abasic) yang dikembangkan oleh Bonislaw
Mallllinowski (1884-1942) dan Radclife-Brown yang kemudians dari dua
pendekatan itu Edward Burnett Tylor (1832-1917 secara luas
mendefinisikan budaya sebagai :”…culture or civilization, taken in its wide
ethnographic sense,
is that complex whole wich includes knowledge,belief, art, morals, law, custom
and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society”
atau Budaya juga dapat diartikan sebagai : “Seluruh sistem gagasan dan
rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat yang dijadikan miliknya melalui proses belajar(Koentjaraningrat,
2001: 72 ) sesuai dengan kekhasan etnik, profesi dan kedaerahan”(Danim,
2003:148).
Kebudayaan ataupun yang disebut
peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu
bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,
adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota
masyarakat (Taylor, 1897).
Menurut Kluckhohn (1951) hampir
semua antropolog Amerika setuju dengan dalil yang diajukan oleh Herkovits dalam
bukunya yang berjudul Man and His work tentang teori kebudayaan yaitu :
Kebudayaan dapat dipelajari.
Kebudayaan berasal dari atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, piskologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.
Kebudayaan mempunyai struktur.
Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek.
Kebudayaan bersifat dinamis.
Kebudayaan bersifat variabel. Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.
kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya.
Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik. (Baker, 1984).
Kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu sosial budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani; tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisah-misahkan dalam membudayakan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.
Kebudayaan berasal dari atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, piskologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.
Kebudayaan mempunyai struktur.
Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek.
Kebudayaan bersifat dinamis.
Kebudayaan bersifat variabel. Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.
kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya.
Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik. (Baker, 1984).
Kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu sosial budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani; tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisah-misahkan dalam membudayakan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.
(dari berbagai sumber)
bagaimana menurut anda ?