Jumat, 19 Oktober 2012

BUDAYA ORGANISASI

Organisasi merupakan sebuah masukan (input) dan luaran (output) serta bisa juga dilihat sebagai living organism yang memiliki tubuh dan kepribadian,  organisasi sebagai suatu output (luaran) memiliki sebuah struktur (aspek anatomic), pola kehidupan (aspek fisiologis) dan system budaya (aspek kultur) yang berlaku dan ditaati oleh anggotanya. Dari pengertian Organisasi sebagai output (luaran) inilah melahirkan istilah budaya organisasi atau budaya kerja.
Menurut Umar Nimran mendefinisikan budaya organisasi sebagai “Suatu sistem makna yang dimiliki bersama oleh suatu organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain”(Umar Nimran, 1996: 11)
Sedangkan Griffin dan Ebbert (Ibid, 1996:11) dari kutipan Umar Nimran Budaya organisasi atau bisa diartikan sebagai “Pengalaman, sejarah, keyakinan dan norma-norma bersama yang menjadi ciri perusahaan/organisasi” Sementara Taliziduhu Ndraha Mengartikan Budaya organisasi sebagai “Potret atau rekaman hasil proses budaya yang berlangsung dalam suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini”( op.cit , Ndraha, P. 102) Lebih luas lagi definisi yang diungkapkan oleh Piti Sithi-Amnuai (1989) dalam bukunya “How to built a corporate culture” mengartikan budaya organisasi sebagai :
A set of basic assumption and beliefs that are shared by members of an organization, being developed as they learn to cope with problems of external adaptation and internal integration.( Pithi Amnuai dari kutipan Ndraha, p.102)
(Seperangkat asumsi dan keyakinan dasar yang dterima anggota dari sebuah organisasi yang dikembangkan melalui proses belajar dari masalah penyesuaian dari luar dan integarasi dari dalam)
Hal yang sama diungkapkan oleh Edgar H. Schein (1992) dalam bukunya “Organizational Culture and Leadershif” mangartikan budaya organisasi lebih luas sebagai :
“ …A patern of shared basic assumptions that the group learned as it solved its problems of external adaptation and internal integration, that has worked well enough to be considered valid and, therefore, to be taught to new members as the correct way to perceive, think and feel in relation to these problems.( loc.cit, Schein, P.16)
(“… Suatu pola sumsi dasar yang ditemukan, digali dan dikembangkan oleh sekelompok orang sebagai pengalaman memecahkan permasalahan, penyesuaian terhadap faktor ekstern maupun integrasi intern yang berjalan dengan penuh makna, sehingga perlu untuk diajarkan kepada para anggota baru agar mereka mempunyai persepsi, pemikiran maupun perasaan yang tepat dalam mengahdapi problema organisasi tersebut).
Sedangkan menurut Moorhead dan Griffin (1992) budaya organisasi diartikan sebagai :
Seperangkat nilai yang diterima selalu benar, yang membantu seseorang dalam organisasi untuk memahami tindakan-tindakan mana yang dapat diterima dan tindakan mana yang tidak dapat diterima dan nilai-nilai tersebut dikomunikasikan melalui cerita dan cara-cara simbolis lainnya(McKenna,etal, op.cit P.63).
Amnuai (1989) membatasi pengertian budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar dan keyakinan yang dianut oleh anggota sebuah organisasi dari hasil proses belajar adaptasi terhadap permasalahan ekternal dan integrasi permasalahan internal.
Organisasi memiliki kultur melalui proses belajar, pewarisan, hasil adaptasi dan pembuktian terhadap nilai yang dianut atau diistilahkan Schein (1992) dengan considered valid yaitu nilai yang terbukti manfaatnya. selain itu juga bisa melalui sikap kepemimpinan sebagai teaching by example atau menurut Amnuai (1989) sebagai “through the leader him or herself” yaitu pendirian, sikap dan prilaku nyata bukan sekedar ucapan, pesona ataupun kharisma.
Dari pengertian diatas bisa disimpulkan bahwa budaya organisasi diartikan sebagai kristalisasi dari nilai-nilai serta merupakan kepercayaan maupun harapan bersama para anggota organisasi yang diajarkan dari generasi yang satu kegenerasi yang lain dimana didalamnya ada perumusan norma yang disepakati para anggota organisasi, mempunyai asumsi, persepsi atau pandangan yang sama dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam organisasi.

14 komentar:

  1. Menurut saya dari bahasan di atas serta dari pembacaan sumber lain bahwa budaya organisasi itu tidak bisa lepas dari kehidupan kita sebagai manusia, karena didalam organisasi kita dituntut untuk bisa bekerjasama dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.
    Dengan berorganisasi seseorang akan mudah memecahkan suatu masalah baik masalah dari intern maupun ekstern, sehingga organisasi sudah menjadi budaya didalam kehidupan kita.
    Dengan demikian, kita harus menanamkan budaya berorganisasi terhadap diri kita, keluarga, dan masyarakat.

    BalasHapus
  2. budaya organisasi adalah suatau proses atau wadah yang menginput berbagai sumber daya (A/M)sehingga menjadi sebuah sistem yg saling berkaitan dalam proses organisasi agar menghasilkan imbal balik/manfaat bagi lingkungan internal maupun external sehingga mengarah pada satu tujuan yang sama yang diharapkan organisasi.

    MISKO

    BalasHapus
  3. Saya sependapat dimana budaya organisasi tersebut through the leader of him or herself, dimana seorang pemimpinlah yang the most mempengaruhi masyarakat dimana sebagai follower; yakni secara menurun budaya organisasi tersebut dapat terus-menerus di pertahankan serta membentuk, mengembangkan dan mengubah sebuan organisasi. Serta didukung oleh nilai-nilai budaya yang terkait.

    BalasHapus
  4. menurut artikel yang saya baca, Budaya organisasi adalah merupakan nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang.

    jadi Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang diambil.

    BalasHapus
  5. budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri,
    cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi,pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
    budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

    1. Pengaruh umum dari luar yang luas
    Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
    2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
    Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
    3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
    Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

    BalasHapus
  6. budaya organisasi merupakan karakteristik yang dijunjung tinggi oleh suatu organisasi. budaya organisai memiliki perepsi yang sama dari para anggota organisasi.
    sehingga pendiri organisasi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap budaya awal organisasi tersebut.

    BalasHapus
  7. budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri dan kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

    BalasHapus
  8. Mengapa penting mempelajari budaya organisasi? Ada beberapa alasan. Salah satunya adalah budaya yang lebih luas memberikan pengaruh kuat pada struktur dan fungsi organisasi. Para peneliti organisasi sudah lama melihat setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda satu dengan lainnya meskipun mereka menjalankan fungsi yang sama.
    Satu organisasi dibandingkan organisasi lainnya bisa saja lebih otoritarian atau demokratis; sangat terikat peraturan atau informal; inovatif atau menolak perubahan; bisa menerima keragaman atau anti-keragaman; atau bisa membawa atmosfer yang bersahabat atau tidak bersahabat.

    BalasHapus
  9. menurut saya budaya organisasi itu penting demi mencapai tujuan organisasi dan pesaingan dalam organisasi satu dengan organisasi lainnya agar lebih menghasilkan output yg lebih baik

    BalasHapus
  10. budaya organisasi merupakan nilai, anggapan, asumsi, sikap dan norma perilaku yang telah melembaga kemudian mewujud dalam penampilan, sikap dan tindakan, sehingga menjadi identitas dari organisasi tertentu.

    Dari sudut pandang karyawan, budaya memberi pedoman bagi karyawan akan segala sesuatu yang penting untuk dilakukan. Sejumlah peran penting yang dimainkan oleh budaya perusahaan adalah: (a) Membantu pengembangan rasa memiliki jati diri bagi karyawan, (b) Dipakai untuk mengembangkan keterkaitan pribadi dengan organisasi, (c) Membantu stabilitas organisasi sebagai suatu sistem sosial, (d) Menyajikan pedoman perilaku sebagai basil dan norma perilaku yang sudah dibentuk.
    Budaya organisasi yang terbentuk, dikembangkan, diperkuat atau bahkan diubah, memerlukan praktik yang dapat membantu menyatukan nilai budaya anggota dengan nilai budaya organisasi. Praktik tersebut dapat dilakukan melalui induksi atau sosialisasi, yaitu melalui proses transformasi budaya organisasi. Sosialisasi organisasi merupakan serangkaian aktivitas yang secara substantif berdampak kepada penyesuaian aktivitas individual dan keberhasilan organisasi, antara lain komitmen, kepuasan dan kinerja. Beberapa langkah sosialisasi yang dapat membantu dan mempertahankan budaya organisasi adalah melalui seleksi calon karyawan, penempatan, pendalaman bidang pekerjaan, penilaian kinerja dan pemberian penghargaan, penanaman kesetiaan pada nilai-nilai luhur, perluasan cerita dan berita, pengakuan kinerja dan promosi.

    BalasHapus
  11. Dalam era yang mengandalkan pengetahuan saat ini, dimana peran manusia sebagai empunya pengetahuan menjadi sangat penting, pengembangan budaya organisasi menjadi titik kritis dalam menciptakan organisasi yang unggul. Pengembangan budaya organisasi yang kuat dilakukan dengan pengembangan terhadap beberapa komponen budaya, antara lain kemampuan adaptasi dengan lingkungan bisnis, pemilihan dan pengembangan nilai-nilai organisasi serta perilaku-perilaku utama yang membuat organisasi dapat unggul, penciptakan tokoh-tokoh budaya sebagai role model untuk memudahkan bagi semua anggota organisasi dalam mewujudkan perilaku yang ideal, pengembangan ritual, tidak memandang rendah terhadap ritual yang diciptakan sebagai rutinitas yang tidak berguna, melainkan mengarahkan ritual-ritual kepada penguatan nilai-nilai, dan membangun jejaring budaya. Komponen-komponen budaya tersebut dapat dikembangkan untuk mewujudkan budaya pembelajaran dan penciptaan pengetahuan organisasi. Peranan konsultan dalam proses ini bersifat sangat vital, karena memerlukan kekayaan pengalaman pengembangan budaya di berbagai organisasi. Dengan pengetahuan dan pengalaman konsultan dalam membangun budaya di berbagai organisasi, dapat mengurangi risiko kegagalan yang dapat mengakibatkan kekacauan budaya perusahaan yang ada dan menghilangkan kepercayaan karyawan yang berujung pada penurunan performansi perusahaan. Risiko ini lazim timbul dalam suatu proses perubahan (change) jika kurang dapat dikendalikan dengan baik. Dan bila budaya organisasi berhasil dikembangkan dengan baik, ini memberikan lingkungan yang kondusif bagi individu di dalamnya untuk saling berbagi.

    BalasHapus
  12. Budaya Organisasi adalah sebuah pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan dalam berperilaku dalam organisasi. Dimana akan diturunkan kepada anggota baru sebagai cara bagaimana melihat, berpikir, dan merasa dalam organisasi.

    BalasHapus
  13. budaya organisasi merupakan suatu kebiasaan, kekhususan, ciri, aturan yang dimilki bersama suatu organisasi, yang membedakannya dengan organisasi lain. organisasi menghasilkan output yang mana dapat terlihat dan dirasakan itu lah yang dikenal dengan budaya. yang mana terbentuk karena peran pemimpin.

    BalasHapus
  14. Pengertian tentang budaya organisassi menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang. Budaya organisasi mengacu pada hubungan yang unik dari norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan dan cara berperilaku yang menjadi ciri bagaimana kelompok dan individu dalam menyelesaikan sesuatu.

    BalasHapus