Selasa, 09 Oktober 2012


TUMBUH KEMBANG BUDAYA

Dalam kehidupan sehari-hari kita lebih memahami budaya dari sudut sosiologi dan ilmu budaya, padahal ternyata ilmu budaya bisa mempengaruhi terhadap perkembangan ilmu lainnya seperti ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga ada beberapa istilah lain dari istilah budaya seperti budaya organisasi (organization culture) atau budaya kerja (work culture) ataupun biasa lebih dikenal lebih spesifik lagi dengan istilah budaya perusahaan (corporate culture).
Istilah budaya sering kali dihubungkan dengan aturan mengenai bagaimana seharusnya bersikap , beradaptasi serta berlaku reaktif terhadap aksi/pengaruh dari luar, sehingga terbentuklah sebuah sistem nilai, kebiasaan (habits), citra, ethos yang terinternalisasikan dalam kehidupannya sehingga mendorong adanya apresiasi terhadap diri dan kelompoknya. 

Fungsi pimpinan sebagai pembentuk Kultur diungkapkan oleh Peter, Dobin dan Johnson (1996) bahwa :
Para pimpinan  dalam kapasitasnya menjalankan fungsinya sangat berperan penting dalam dua hal yaitu : a). Mengkonsepsitualisasikan visi dan perubahan dan b). Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pemahaman untuk mengtransformasikan visi menjadi etos dan kultur akademis kedalam aksi riil (Danim, Ibid., P.74).

Terbentuknya budaya bisa dicapai melalui proses tranformasi dan perubahan tersebut sebagai metamorfosis kelompok menuju kultur yang ideal. Budaya itu sendiri masuk dan terbentuk dalam pribadi seorang  itu melalui adanya adaptasi dengan lingkungan, pembiasaan tatanan yang sudah ada dalam etika  ataupun dengan membawa sistem nilai sebelumnya yang kemudian masuk dan diterima oleh kelompok yang akhirnya terbentuklah sebuah budaya dalam sebuah kelompok.
Pola pembiasaan dalam sebuah budaya sebagai sebuah nilai yang diakuinya bisa membentuk sebuah pola prilaku dalam hal ini Ferdinand Tonnies membagi kebiasaan kedalam beberapa pengertian antara lain :
a) Kebiasaan sebagai suatu kenyataan objektif sehari-hari yang merupakan sebuah kelajiman baik dalam sikap maupun dalam penampilan sehari-hari. Seorang pendidik sebagai profesionalis biasa berpenampilan rapi, berdasi dan berkemeja dan bersikap formal, sangat lain dengan melihat penampilan dosen institut seni yang melawan patokan formal yang berlaku didunia pendidikan dengan berpakaian kaos dan berambut panjang.
b) Kebiasaan sebagai Kaidah yang diciptakan dirinya sendiri yaitu kebiasaan yang lahir dari diri pendidik itu sendiri yang kemudian menjadi ciri khas yang membedakan dengan yang lainnya.
c) Kebiasaan sebagai perwujudan kemauan untuk berbuat sesuatu yaitu kebiasaan yang lahir dari motivasi dan inisatif yang mencerminkan adanya prestasi pribadi.( Soekanto, loc.cit, P. 174)

Pengertian budaya ditempat kerja lebih banyak berhubungan dengan kepribadian dan sikap dalam menyikapi pekerjaannya (profesionality), rekan kerjanya, kepemimpinan dan peningkatan karakter internal (maturity character) terhadap lembaganya baik dilihat dari sudut psikologis maupun sudut biologis seseorang. Dimana budaya secara aplikatif dapat dilihat ketika para anggota kelompok sudah mempraktikan seluruh nilai dan sistem yang berlaku dalam pribadinya secara konsisten. 

berikan pendapat saudara tentang tumbuhnya budaya dalam diri atau lingkungan saudara ? 

20 komentar:

  1. budaya yang tumbuh dalam diri seseorang karena adanya pola fikir yang dinamis,reaktif sehingga perlunya adanya penyesuaian diri terhadap lingkungannya agar lebih interaktif dan bisa merespon situasi dan kondisi yang ada pada lingkungannya..
    trma kasih,,,,
    MISKO

    BalasHapus
  2. menurut saya tumbuhnya budaya dalam diri sendiri itu tergantung pada kepribadian setiap orang , dari cara berfikirnya dan cara berprilaku ..
    kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana kita berada ..

    BalasHapus
  3. tumbuhnya budaya di dalam diri yang saya ketahui itu karena pengaruh dari lingkungan sekitar juga. kenapa? karena pada dasarnya budaya tumbuh dikarenakan ada faktor eksternal (pemimpin) yang mendukung, sehingga pihak internal ini memilih untuk mengikuti. walaupun juga sebenarnya dapat disebabkan karena adanya perubahan pola fikir dari dalam diri, sehingga diri ini mempunyai motivasi untuk melakukan suatu hal yang bisa disebut sebagai kebiasaan atau budaya. jadi menurut saya, keduanya (budaya dalam diri dan lingkungan) saling berhubungan.

    BalasHapus
  4. Menurut saya dengan tumbuhnya budaya di diri Kita Mau pun dilngkungan,itu kembali kediri Kita masing-masing dalam menyikapi budaya yang Ada Dan saya rasa tidak semua budaya itu berada pada posisi positif sja Jdi pasti Ada sisi negatif'a Jdi kitalah yang harus menelaah kembali

    BalasHapus
  5. tumbuhnya budaya dalam diri sendiri itu di pengaruhi bagaimana cara kita bersikap, beradaptasi dan pengaruh dari budaya itu sendiri. seperti saya di sini. banyak perubah yang saya alami dalam diri saya seperti menampung air hujan dan mencicipi makanan yang sedang diinginkan sebelum berpergian. awalnya sulit di terima namun karena terbisa jadi itu bukan hal asing lagi. itulah budaya yang timbul dalam diri saya .

    BalasHapus
  6. budaya di dalam diri sendiri menurut pendapat saya adalah produk dari segala bentuk aktivitas kita baik berupa fikiran maupun materi yang kita miliki

    BalasHapus
  7. Ciri khas bangsa Indonesia salah satunya adalah gotong royong, gotong royong merupakan kebiasaan masyarakat indonesia yang telah di tanamkan sejak dini. terbentuknya budaya bisa dari nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berprilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang .

    BalasHapus
  8. budaya merupakan kebiasaan turun temurun dr sekelompok orang. yang dipengaruhi oleh lingkungan dan diri sendiri. tapi apakah bisa kebiasaan yang ada dalam diri kita menjadi budaya tanpa ada nya pengeruh lingkungan?

    BalasHapus
  9. menurut saya tumbuhnya budaya di dalam diri kita sebagian besar dipengaruhi faktor lingkungan terutama keluarga. ayah dan ibu yg berperan besar sebagai pemimpin yg membentuk suatu budaya di keluarga yg akan membentuk kepribadian anak-anaknya. dari pengaruh budaya di keluarga lalu kita akan berusaha beradaptasi dengan budaya lain dan mengadopsinya dalam keseharian. jadi, faktor lingkungan tentu sangat berpengaruh terhadap pembentukan kebudayaan dan kepribadian seseorang.

    BalasHapus
  10. Tumbuh budaya dalam masyarakat dari waktu ke waktu tidak hanya berpengaruh dari lingkungan, dari pola pikir dan prilaku serta kreativitas-kreativitas yang didukung dengan adanya teknologi menjadi satu bentuk perubahan atau pertumbuhan suatu budaya.

    BalasHapus
  11. Budaya yang tumbuh dalam diri sendiri itu karena dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah lingkungan. Apalagi yang saya alami sekarang, kebiasaan saya sehari-hari di Pontianak dengan kampung halaman sendiri sangatlah berbeda. Jadi kita perlu menyesuaikan diri dimana kita berada.

    BalasHapus
  12. menurut saya pendapat saya tumbuh kembangnya budaya memang di pengaruhi oleh lingkungan dan perasaan dalam diri sendiri,dimana kita merasa igin sama seperti orang-orang yang berada di lingkungan tempat kita tinggal,tumbuh kembang budaya juga sangat di pengaruhi oleh kemajuan IPTEK dan arus globalisasi dimana budaya harus menyesuaikan diri dari waktu ke waktu.

    BalasHapus
  13. Menurut saya budaya yang tumbuh dalam diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor dari dalam diri dan faktor dari luar. Faktor dari dalam diri yaitu kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang. Contohnya cara berpikir seseorang yang dipengaruhi oleh sifat dasar manusia itu sendiri yang dibawa sejak lahir. Sedangkan faktor dari luar adalah faktor-faktor lingkungan, antara lain: lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
    Semua faktor tersebut berpengaruh terhadap diri seseorang untuk bisa membuat seseorang melakukan hal-hal yang positif atau negatif. Sehingga kita dituntut untuk bisa menyaring segala budaya yang masuk dalam diri kita yaitu dengan mengambil budaya yang baik dan menolak budaya yang tidak baik.
    Artinya ketika kita berada pada lingkungan yang baik kita boleh mengikutinya,tetapi ketika kita berada pada lingkungan yang tidak baik kita harus bisa mempengaruhi lingkungan tersebut,sehingga budaya yang tidak baik itu menjadi baik.

    BalasHapus
  14. budaya yang tumbuh dari diri seseorang dipengaruhi oleh lingkungan dimana kitatinggal dan dibesarkan. jika kita dibesarkan dengan yang cara yang baik maka kebiasaan yang baik akan tumbuh juga terhadap diri kita sendiri. tapi kita juga harus bisa menyesuaikan dimana kita berada, karena setiap daerah mempunyai lingkungan yang berbeda.

    BalasHapus
  15. dalam Islam ada tiga faktor yang berpengaruh dalam membentuk atau membangun kepribadian seseorang yaitu, faktor genetik, lingkungan dan diri manusia itu sendiri (ikhtiar) .

    Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang kebudayaan. faktor genetik ini mempunyai pengaruh yang dominan membentuk karakter seseorang. seseorang yang dilahirkan melalui asal usul genetik yang baik, maka perkembangannya tersebut nantinya akan beradaptasi dengan lingkungan dimana ia tinggal. Jika ia tinggal dalam lingkungan yang kurang mendukung, maka kemampuannya pun akan pudar. Begitu juga sebagai sesuatu yang mungkin melalui pengaruh iklim dan makanan dapat merubah kondisi badan bagi manusia. Sebagaimana akhlak dan adat setempat dalam sebuah lingkungan akan membuat perubahan pada tingkatan ruh dan kejiwaan manusia.

    BalasHapus
  16. Dalam proses tumbuh dan kembangnya budaya terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :
    1. wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;
    2. aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret;
    3. Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

    BalasHapus
  17. Menurut pendapat saya,
    Budaya dapat tumbuh di dalam diri itu, di karenakan situasi atau pun keadaan yang di alami oleh seseorang yang memancing tumbuhnya budaya baru dalam diri, sebagai suatu bentuk penyesuaian terhadap lingkungan.
    Sedangkan budaya dapat bertahan di dalam diri atau pun lingkungan di karenakan minimnya penolakan2 atau pertentang yg di lakukan oleh orang lain terhadap budaya yg ada didalam diri kita maupun lingkungan.
    terimakasih

    #teguh wiraguna

    BalasHapus
  18. menurut pendapat saya.
    budaya itu tumbuh dari pribadi seseorang tersebut, karena kpribadian seseorang itu bisa terlihat dari dirinya, apa bila seseorang itu berkepribadian yang baik pasti ia tumbuh dari budaya atau lingkungan yang baik, walaupun terkadang ada juga seseorang itu terlahir dari beground atau lingkungan yang bisa dikatakn tempramental akan tetapi itu semua tergantung dari pembawaan dirinya dalam lingkungan budaya yang ia hadapi.

    BalasHapus
  19. tumbuhnya budaya dalam diri bisa terjadi karena gagasan yang timbul dari diri seseorang dan hanya untuk diri sendiri karena merupakan sifat aslinya sedangkan budaya dala lingkungan merupakan gagasan yang timbul dari diri seseorang dan untuk banyak orang karena tekanan lingkungan sekitar . hal ini terlihat jelas bahwa budaya pribadi dan budaya lingkungan sangatlah berbeda walaupun kadang ada seseorang yang mempunyai kepribadian buruk namun mempunyai budaya lingkungan yang baik .

    BalasHapus
  20. Menurut Pendapat saya, proses terbentuknya budaya dari dalam diri sendiri adalah melalui proses Adaptasi terhadap lingkungan. Di mana lingkungan ini merupakan pengaruh yang paling besar terhadap pembentukan kpribadian seseorang. Jadi dapat saya katakan bahwa budaya dan kpribadian sangatlah erat kaitannya, Oleh karena itu dari dalam diri kita sendiri, kita harus memiliki sebuah “filter” untuk dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk dalam kebudayaan baru yang akan kita serap dalam diri, karena secara tidak sadar, itu akan membentuk kpribadian kita. Ketika kita melihat bahwa kebudayaan baru yang kita coba adapataskan ini sangat bertentangan dengan “pandangan baik” yang di terima umum, kita harus dapat meninggalkannya, meskipun itu merupakan hal yang sangat sulit sekali untuk di lakukan. Tips nya adalah kita harus dapat melihat apa ada nilai-nilai baik yang terkandung di budaya tersebut, ketika tidak ada atau sangat minim sekali, berusaha lah untuk meninggalkannya.

    BalasHapus